Akhir Manis Sang Juara Arema Indonesia

Minggu, 30 Mei 2010 – 17:42 wib

Defanie Arianti – Okezone

<!–// –>

Arema Indonesia menyempurnakan gelar juara ISL dengan kemenangan 5-1 atas Persija Jakarta / Foto: Koran SI (Yuswantoro)
JAKARTA – Arema Indonesia merayakan gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 dengan sempurna. Menantang Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada laga pamungkas, Minggu (30/5/2010), Arema sukses meluluhlantakkan tuan rumah dengan kemenangan 5-1.

Sukses mengunci gelar juara ISL pekan lalu tidak menjadikan Laskar Singo Edan tampil seadanya. Anak-anak asuh Robert Albert memilih bermain terbuka dan langsung mengancam gawang M. Yasir kendati laga baru berjalan beberapa menit.

Petaka bagi tuan rumah terjadi pada menit delapan, ketika upaya M Yasir menghalau bola dari serangan Noh Alam Shah berujung hadiah tendangan bebas bagi Arema. Bukan itu saja, wasit juga mengeluarkan kartu kuning bagi M Yasir yang menjatuhkan striker asal Singapura.

Esteban Guillen yang tampil sebagai eksekutor tidak mengecewakan ratusan Aremania yang memadati SUGBK. Tanpa ancang-ancang berlebihan, Esteban sukses menyarangkan bola ke sudut kanan gawang M Yasir dan membawa Arema unggul 1-0.

Dibayangi kekalahan di depan pendukung sendiri, anak-anak Macan Kemayoran mulai ‘panas’ dan berupaya mengejar ketinggalan. Abanda Herman berpeluang menyamakan kedudukan bagi tuan rumah beberapa menit kemudian. Namun, upayanya di depan gawang berhasil dipatahkan oleh Esteban Guillen yang menanduk bola keluar lapangan.

Sibuk mencari cara membongkar pertahanan rapat Arema, Persija dikejutkan dengan keputusan wasit memberikan hadiah penalti kepada tim tamu di menit 43. Wasit menunjuk titik putih setelah Abanda Herman dinilai melakukan handsball di kotak terlarang.

Keputusan ini sontak menyulut kemarahan pemain asal Kamerun. Dengan berapi-api, Abanda dan sejumlah punggawa Persija menghampiri wasit dan melakukan protes. Dia bahkan nyaris menyerang wasit sebelum striker sekaligus kapten Bambang Pamungkas berusaha memisahkan mereka. Sialnya, aksi Abanda menyebabkan Persija kehilangan satu pemain setelah wasit mengeluarkan kartu merah.

Pierre Njanka menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 untuk Arema setelah tendangannya tidak mampu dibendung M Yasir.

Kick-off babak kedua sempat ditunda menyusul merangseknya para pendukung kedua tim di pinggir lapangan. Namun, Persija mendapatkan suntikan moral memasuki menit ke 60. Adalah Bambang Pamungkas yang berhasil membuat Jak Mania bersorak berkat golnya ke gawang Iswan Karim setelah melepaskan diri dari jebakan offside.

Sayang, gol Bepe menjadi satu-satunya gol dari tuan rumah. Hanya enam menit setelah gol tersebut, Arema justru memperbesar keunggulan melalui Roman Chamelo setelah menyambut umpan M Ridhuan.

Keunggulan 3-1 tidak menghentikan permainan terbuka Singo Edan. Lima menit kemudian, Noh Alam Shah yang menjadi penentu gelar juara pekan lalu, menambah pundi-pundi gol tim tamu menjadi 4-1.

Harapan Persija mengejar ketinggalan akhirnya pupus setelah Chamelo kembali membobol gawang M Yasir, tiga menit setelah gol Noh Alam Shah. Kemenangan besar Arema pun langsung disambut gembira Aremania yang spontan merangsek ke tengah lapangan di akhir laga untuk merayakannya bersama tim kesayangan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s