Pentingnya Mengelola Siklus Reproduksi Wanita

Pentingnya mengelola siklus reproduksi
Saat ini, peran wanita telah bergeser dari peran tradisional menjadi modern. Dari hanya memiliki peran tradisional untuk melahirkan anak (reproduksi) dan mengurus rumah tangga, kini wanita memiliki peran sosial dimana wanita dapat berkarir dalam bidang ekonomi-sosial-politik dengan didukung pendidikan yang tinggi.

Pergeseran peran ini bukanlah suatu hal yang mudah. Secara tradisional, peran wanita seolah dibatasi dan ditempatkan dalam posisi pasif. Wanita hanyalah pendukung karir suami. Peran wanita yang terbatas pada peran reproduksi dan mengurus rumah tangga membuat wanita identik dengan pengabdian kepada suami dan anak. Sementara wanita modern dituntut untuk berpendidikan tinggi, berperan aktif, dan kritis.
Wanita, Peran Ganda, dan Stres

Dalam proses pergeseran ini wanita akan mengalami ambivalensi, yakni dengan timbul pertanyaan dalam diri “Saya harus berpihak pada keluarga atau karir saya?”.

Tuntutan peran ganda wanita tidak dapat dihindari. Selain menjadi ibu rumah tangga, wanita juga dituntut berkompetisi untuk mengembangkan karirnya. Semua ini memerlukan investasi energi. Konsekuensinya, jika wanita kehabisan energi maka keseimbangan mentalnya terganggu sehingga dapat menimbulkan stres.

Stres yang dimaksud disini adalah stres yang menyebabkan ketegangan/penderitaan psikis. Adapun manifestasi stres pada umumnya yaitu:
•    Gejala depresi: murung, hilang minat, lelah kronis, lamban, pesimis, putus asa, menyalahkan diri, gangguan makan, gangguan tidur sampai ide bunuh diri.
•    Gejala anxietas: mudah cemas, ketakutan, mudah kaget, gelisah, mudah tersinggung, mudah berdebar, keringat dingin, dan gejala hiperotonomik sindrom lain.
“Dibanding pria, prevalensi depresi pada wanita 2 kali lebih tinggi dan upaya percobaan bunuh diri pada wanita 4 kali lebih tinggi, namun tingkat keberhasilan laki-laki bunuh diri 2 kali lebih tinggi dari wanita,” papar dr. Suryo Dharmono, Sp.KJ(K) dari Departemen Psikiatri FKUI.

Kenyataannya, wanita lebih rentan mengalami stres. Ada faktor biologis dan psikologis dibalik semua itu.

Faktor biologik:
•    Terkait siklus menstruasi yakni terjadi disregulasi dan fluktuasi hormon estrogen dan progesteron.
•    Perimenopousal syndrome yang dihubungkan dengan estrogen.
•    Depresi pada kehamilan dimana terjadi ketidakseimbangan estrogen-progesteron dan GnRH (Gonadotropine Releasing Hormone) yang tidak efektif.
•    Depresi pasca persalinan dimana estrogen-progesteron-prolaktin dan serotonin tidak efektif.
Faktor psikososial:
•    Kerja keras, kreatif, dan kompetitif untuk mengejar karir.
•    Mengatur rumah, melayani suami, dan mendidik anak.
Siklus Reproduksi dan Kesehatan Jiwa

Berikut beberapa permasalahan kesehatan jiwa terkait siklus reproduksi:

Menstruasi
•    PMS (Pre Menstrual Syndrome)
PMS terjadi pada 75 persen wanita usia subur. PMS merupakan gejala fisik dan psikologik terkait siklus menstruasi (fase luteal) yang meliputi:
o    gejala fisik: letih lemah lesu, sakit kepala, nyeri payudara, sakit perut, kembung, mual, berkeringat, gangguan selera makan, gangguan hasrat seksual.
o    gejala psikologis: murung, iritabilitas, anxietas, gangguan konsentrasi, kehilangan minat, gangguan tidur.
o    fungsi psikososial relatif baik.

•    PMDD (Pre Menstrual Dysphoric Disorder)
PMDD terjadi pada 2-3 persen wanita usia subur. PMDD merupakan gejala fisik dan psikologik terkait siklus menstruasi, namun keluhan fisik dan psikologik lebih banyak dan lebih berat dibanding PMS. Sehingga dapat muncul gejala depresi berat yang menyebabkan gangguan bermakna (kegagalan) dalam fungsi psikososial dan relasi interpersonal. Seringkali membutuhkan pertolongan profesional karena terkadang dibutuhkan obat antidepresan.
Kehamilan
•    Gejala depresi pada kehamilan
Gejala depresi ringan yang terjadi pada trimester pertama dengan prevalensi 25-35 persen.
•    Post partum blues
Merupakan perubahan mood setelah melahirkan yang dialami oleh sebagian besar wanita. Gejala ringan, tidak mengganggu fungsi psikososial dan akan pulih dalam dua minggu setelah melahirkan. Fungsi pengasuhan anak dan rumah tangga dapat dilakukan dengan benar. Prevalensi 50-80 persen.
•    Post partum depression
Setiap kali melihat bayinya akan sangat merasa bersalah, takut tidak dapat membesarkannya. Terjadi gejala depresi berat. Fungsi psikososial dan relasi interpersonal terganggu berat. Prevalensi 10-20 persen. Butuh pertolongan profesional.
•    Post partum psychosis
Gejala psikosis (halusinasi, agresif). Fungsi psikososial dan daya nilai realitas terganggu berat. Kasus yang terjadi hanya sekitar 0,1 persen. Butuh pertolongan profesional.
Menopause
•    Perimenopausal syndrome
Gejala fisik dan psikologik yang terjadi pada masa perimenopause meliputi keluhan vasomotor (berkeringat di malam hari), gejala muskuloskeletal (atrofi, osteoporosis), gejala emosi dan perilaku (perubahan mood, iritabilitas, insomnia, tegang). Prevalensi 84 persen.
•    Perimenopausal depression
Gejala depresi sedang sampai berat. Mengganggu fungsi psikososial dan relasi interpersonal. Prevalensi 15 persen. Butuh pertolongan profesional.
Yang dapat Dilakukan

Wanita modern terkait dengan peran gandanya untuk mengurus keluarga dan mengembangkan karir, perlu senantiasa bugar dan produktif. Perlu langkah tepat untuk mengatasi masalah kesehatan jiwa terkait siklus reproduksi, yaitu:
•    Mengelola PMS dan PMDD dengan mengenali gejala yang timbul pada saat siklus reproduksi tersebut.
•    Mengatur kehamilan sehingga kehamilan yang terjadi adalah kehamilan yang dipersiapkan.
•    Mempersiapkan menopause sehingga tidak timbul gejala depresi akibat menopause.
Dengan cara non-medis:
•    Charting, yakni mencatat gejala PMS dan PMDD yang terjadi pada hari-hari tertentu dari siklus reproduksi
•    Diet dengan mengurangi garam, coklat, kafein, dan alkohol
•    Olah raga
•    Reduksi stres dengan melakukan konseling
•    Relaksasi dengan melakukan latihan napas
•    Perbaiki hubungan interpersonal
•    Bergabung dalam kelompok diskusi
•    Membaca buku untuk menambah pengetahuan tentang siklus reproduksi
Dengan cara medis (di bawah pengawasan dokter):
•    Vitamin (B6 100-200mg, vitamin E 400IU per hari)
•    Mineral (kalsium, magnesium)
•    Hormonal (agonis GnRH, pil kontrasepsi)
•    Psikofarmakologi (obat antidepresan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s