Penyakit Osteoporosis (keropos tulang)

OSTEOPOROSIS SEBAGAI MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT

Osteoporosis  merupakan  salah  satu  masalah  kesehatan masyarakat  di negara maju. Sebagai contoh di Inggris maka  1  dari 4 wanita berusia diatas 60 tahun menderita  osteoporosis dan sebagian besar mengalami patah pada leher tulang  paha.
Patah pada  leher tulang paha merupakan penyakit  yang  serius, karena  angka kematiannya dapat mencapai 20% .  Lebih  lanjut   lagi  50% dari penderita akan mengalami  ketergantungan  pada  orang  lain. Contoh lain ialah di Australia  dengan  populasi sebesar  17 juta orang, maka 20.000 tempat tidur rumah  sakit  digunakan  untuk penderita osteoporosis. Saat ini di  Indonesia, osteoporosis   masih  belum menjadi  salah  satu  masalah kesehatan  masyarakat. Tetapi dengan makin bertambahnya  usia harapan hidup bangsa Indonesia sebagai hasil dari pembangunan dan makin bertambahnya penduduk Indonesia yang berusia  lanjut,  seperti di Jogjakarta usia lanjut kini sebesar 14%, diperkirakan osteoporosis akan menjadi pula salah  satu masalah kesehatan masyarakat di masa mendatang khususnya di Jogja.

FAKTOR RISIKO TERJADINYA OSTEOPOROSIS

Tidak  semua wanita pasca-menopause atau  orang  berusia  lanjut akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis. Selain  faktor  terpenting ialah  tercapainya  kepadatan  tulang maksimal yang sempurna pada usia 20-25 tahun, maka ada beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan, yaitu :
1.    Faktor konstitusional :
a. Wanita bertubuh kecil dan kurus
b. Haid pertama (menarche) lambat
c. Menoupause dini
d. Riwayat keluarga dengan osteoporosis
e. Latar belakang etnik :
Etnik Kaukasia > Asia/Hispanik > Afrika
2.    Faktor gaya hidup :
a. Peminum alkohol
b. Perokok berat
c. Asupan kalsium sangat rendah
d. Kurang gerak/kurang aktif
e. Diet tinggi garam ?
f. Bukan vegetarian
g. Diet menurunkan berat badan yang terlalu ketat

3.    Akibat penyakit dan obat-obatan :
a. Kedua ovarium diangkat (ooforektomi)
b. Amenorrhoe berkepanjangan
(tidak haid berkepanjangan)
c. Hipogonadism pada pria
d. Lambung dan usus keci1 diangkat (reseksi)
e. Hiperparatiroidisme
f. Penggunaan obat glukokortikoid berlebihan
g. Hipertiroidisme
h. Penyakit ginjal

GEJALA DAN TANDA OSTEOPOROSIS

Gejala dan tanda yang perlu dicurigai adanya  osteoporosis ialah :
1.    Nyeri pinggang bawah pada wanita pasca-menopause  atau  pada pria dan wanita usia lanjut.
2.    Terjadinya patah tulang (fraktur) akibat suatu  benturan ringan,  yang pada keadaan normal benturan seringan  itu  tidak  berakibat  apa-apa. Tulang yang sering fraktur  ialah  tulang  belakang bagian pinggang dan leher tulang paha.
3.    Tinggi badan makin lama makin bertambah pendek, disertai tulang belakang makin lama makin bungkuk (Kifosis).
4.    Nyeri  pada  tulang dan otot akibat  perubahan  postur tubuh.
5.    Gigi-geligi keropos, goyah dan tanggal.

Diagnosis  osteoporosis  ditegakkan  atas  dasar  gejala tersebut  diatas  ditambah  dengan  pemeriksaan   radiologik. Pemeriksaan radiologik biasa (X-ray) dapat menunjukkan adanya  gambaran  osteoporosis,  tetapi  biasanya  sudah   terlambat, karena  dengan X-ray maka osteoporosis baru terlihat  setelah terjadi kehilangan kepadatan tulang lebih dari 30-40%. Alat yang  lebih  sensitif  disebut  densitometer tulang,  yang  dapat mendeteksi  lebih dini, sayang sekali biaya pemeriksaan  jauh  lebih mahal. Padahal deteksi dini penting dalam rangka pencegahan dan pengobatan osteoporosis.

PENGARUH OSTEOPOROSIS PADA TULANG BELAKANG

Keluhan  yang  sering dirasakan oleh  seorang  penderita  osteoporosis ialah nyeri pinggang bawah. Pada dasarnya tulang manusia dapat dibagi dalam 2  jenis  tergantung dari kepadatannya, yaitu :
1.    Tulang trabekuler, yang mempunyai anyaman kurang rapat. Jenis  tulang  ini  ditemukan terutama  pada  seluruh  tulang  belakang  (tulang  leher, tulang dada  , tulang  pinggang  dan tulang ekor)  dan  bagian leher  dari  tulang  paha.  Bentuk anyaman yang kurang rapat ini ditujukan  agar  tulang  tersebut  cukup elastis untuk  menerima  beban.  Bila tulang  tersebut  cukup  elastis maka  setiap  benturan  yang  terjadi  waktu bergerak atau bekerja dapat  diredam  sehingga  individu tersebut tidak merasa nyeri
2.    Tulang  kortikal, yang mempunyai anyaman  lebih  rapat. Jenis tulang ini ditemukan terutama pada semua tulang panjang  dan berfungsi sebagai penahan rangka tubuh.

Pada seseorang yang puncak kepadatan tulangnya pada usia 20-25  tahun  tidak tercapai sempurna, maka pada  usia  pasca menopause atau usia lanjut, jenis tulang yang terlebih dahulu   mengalami osteoporosis ialah jenis tulang trabekuler. Hal ini menyebabkan  yang bersangkutan akan mengeluh  nyeri  pinggang  bawah  karena tulang tersebut selain  mengalami  osteoporosis  juga  merupakan  bagian  yang paling  sering  menerima  beban  disaat kita duduk, berdiri atau bergerak.

PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN OSTEOPOROSIS

Pencegahan osteoporosis meliputi beberapa aspek  dibawah ini, yaitu :
1.    Kecukupan akan kalsium. Kecukupan  asupan  kalsium harian yang  dianjurkan  pada pria dan wanita pramenopause ialah 800-1000 mg. Untuk wanita pascamenopause dan masa menyusui  (laktasi) diperlukan asupan yang lebih besar sekitar 1.000-1.200 mg. Perlu diperhatikan bahwa puncak kepadatan tulang  tercapai  pada  usia  20-25 tahun, sehingga  diet  tinggi  kalsium sangat  penting  bagi remaja dan dewasa muda.  Perlu  diingat pula bahwa diet yang terlalu banyak protein dari  daging/ikan  dan  banyak garam akan mengakibatkan banyak kalsium  terbuang lewat urine. Makanan yang merupakan sumber kalsium ialah olahan  susu  seperti  susu,keju,yogurt,  kemudian  sayuran   hijau,kacang, kedelai, ikan sardin,salmon,daging,ayam dan suplemen kalsium.
2.    Aktifitas fisik sedang dan teratur, terutama  latihan  yang bersifat membawa beban (weight-bearing)
3.    Terapi pengganti hormon (Hormon replacement therapy). Terapi pengganti hormon terutama untuk wanita pasca-menopause  dengan menggunakan kombinasi estrogen dan progesteron.

Pengobatan  pada  kasus osteoporosis  yang  nyata  ialah dengan memberikan obat-obatan , antara lain yang telah diakui manfaatnya  ialah  :  Terapi  pengganti  hormon,   calcitriol,  kalsitonin, Biphosphonate,  Calcium dan Vitamin D.

KESIMPULAN

Osteoporosis  merupakan  salah satu penyebab patah tulang dan  nyeri  pinggang bawah,  yang di Indonesia akan makin sering dijumpai,  karena  sebagai  dampak dari pembangunan dimana populasi usia  lanjut  makin hari makin bertambah. Pencegahan sejak dini merupakan  kunci yang  paling utama. Perlu  diingat pula bahwa diet yang terlalu banyak protein dari  daging/ikan  dan  banyak garam akan mengakibatkan banyak kalsium  terbuang lewat urine, sehingga akan menyebabkan osteoporosis. Makanan yang merupakan sumber kalsium ialah olahan  susu  seperti  susu, keju, yogurt,  kemudian  sayuran   hijau, kacang, kedelai, ikan sardin, salmon, daging,ayam dan suplemen kalsium.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s